Cara Menghitung Kebutuhan Bata Hebel untuk Rumah

Cara menghitung kebutuhan hebel penting untuk kamu pahami sebelum membangun atau merenovasi rumah.
Bata hebel atau bata ringan kini banyak digunakan sebagai pengganti bata merah karena lebih ringan, presisi, dan hasil dinding lebih rapi.
Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa menghindari kekurangan material, pemborosan biaya, serta kesalahan pemasangan di lapangan.
Artikel ini membahas cara menghitung kebutuhan hebel secara lengkap, mulai dari per m², per m³ (kubik), hingga contoh perhitungan pada luas bangunan 6×12 m dan 3×12 m.
Mengenal Bata Hebel untuk Rumah
Bata hebel adalah material beton aerasi yang ringan namun kuat. Material ini mempercepat pemasangan, menghasilkan dinding yang lebih rata, serta membantu efisiensi pekerjaan.
Bata hebel sering digunakan karena bobotnya yang ringan dan memiliki daya tahan yang kuat. Bahkan bata hebel ini disebut-sebut memiliki kekuatan seperti beton.
Baca juga : Banyak Diminati, Inilah Keunggulan Bata Hebel
Namun, hebel harus dihitung dengan pendekatan ukuran dan volume. Salah hitung sering menyebabkan kekurangan material, pembelian susulan yang lebih mahal, serta waktu pengerjaan yang molor
Menghitung Kebutuhan Bata Hebel
Untuk mengetahui kebutuhan hebel, pertama kali harus mengetahui dimensi dari hebel dan area itu sendiri. Ini mirip seperti menghitung kebutuhan keramik yang perlu mengetahui dimensi.
Ukuran Standar Bata Hebel yang Umum Digunakan
Sebelum masuk ke perhitungan, kamu perlu mengetahui ukuran hebel :
- Panjang: 60 cm
- Tinggi: 20 cm
- Ketebalan: 5 cm, 7,5 cm, 10 cm dan 20 cm
Ketebalan paling umum adalah 7,5 cm dan 10 cm. Ukuran ini menjadi dasar perhitungan kebutuhan hebel dalam satuan meter persegi, meter kubik, dan jumlah satuan.
Cara Menghitung Kebutuhan Hebel Berdasarkan Luas Dinding (m²)
Menghitung Luas Dinding
Rumus luas dinding:
Luas dinding = panjang × tinggi
Untuk estimasi awal, luas bukaan seperti pintu dan jendela bisa diabaikan atau dikurangkan secara kasar.
Cara Menghitung Hebel per m²
Untuk menghitung berapa hebel m² dengan menggunakan rumus berikut ini.
Kebutuhan Hebel = Luas tembok : Luas bata ringan
Jangan lupa, sebelum menghitung, samakan dulu satuan hebel dari cm ke dalam m agar menghindari kesalahan perhitungan.
Diketahui, Luas satu buah hebel ukuran 60 × 20 cm:
0,6 m × 0,2 m = 0,12 m²
Artinya:
- 1 m² dinding membutuhkan sekitar 8,33 buah hebel
- Umumnya dibulatkan menjadi 8–9 buah hebel per m²
Cara Menghitung Kebutuhan Hebel per m³ (Kubik)
Rumus Volume Dinding
Volume dinding (m³) = luas dinding × tebal dinding
Contoh:
- Luas dinding: 10 m²
- Tebal hebel: 10 cm (0,1 m)
Volume = 10 × 0,1 = 1 m³
1 Kubik Hebel Berapa Buah
Volume satu buah hebel ukuran 60 × 20 × 10 cm:
0,6 × 0,2 × 0,1 = 0,012 m³
Jumlah hebel per 1 m³:
1 ÷ 0,012 ≈ 83 buah
Sehingga, hebel di jual di pasaran berdasarkan satuan kubik yang setara dengan:
- Hebel tebal 7,5 cm: ±111 buah per m³
- Hebel tebal 10 cm: ±83 buah per m³
Baca juga : Cara Menghitung Biaya Plester Dinding dan Acian Dinding
Contoh Perhitungan Kebutuhan Hebel Bangunan 6 × 12 Meter
Sekarang, kita coba simulasikan apabila menghitung kebutuhan bata hebel untuk bangunan atau rumah yang berukuran 6 x 12 meter.
Perhitungan ini hanya untuk menghitung dinding luar saja, tidak termasuk dengan dinding setiap ruangan.
Berdasarkan data yang sudah ada:
- Ukuran bangunan: 6 × 12 m
- Tinggi dinding: 3 m
- Ketebalan hebel: 10 cm
- Ukuran hebel: 60 × 20 × 10 cm
- 1 m³ hebel ≈ 83 buah
Menghitung Luas Dinding
Keliling bangunan = 2 × (6 + 12) = 36 m
Luas dinding = 36 × 3 = 108 m²
Menghitung Volume Dinding
Volume dinding = 108 × 0,1 = 10,8 m³
Konversi ke Satuan Kubik dan Jumlah Hebel
Kebutuhan hebel dibulatkan menjadi 11 m³
Jumlah hebel = 11 × 83 ≈ 913 buah
Dengan cadangan 5 persen, kebutuhan pasang hebel untuk rumah 6×12 sebanyak 960 buah
Untuk budget, rentang harga bata hebel di pasar adalah Rp 600.000 – Rp 700.000 per m³. Sehingga kebutuhan 11 m³, maka rencana anggaran hebel sekitar Rp 6.600.000 – Rp 7.700.000
Contoh Perhitungan Kebutuhan Hebel Bangunan 3 × 12 Meter
Contoh satu lagi adalah jika rumah memiliki ukuran 3×12 m atau luas 36 m². Berikut adalah menghitung kebutuhan hebelnya :
Catatan: ini hanya menghitung dinding luar rumah, tidak termasuk dinding yang ada di dalam rumah.
Data yang sudah kita miliki adalah sebagai berikut:
- Ukuran bangunan: 3 × 12 m
- Tinggi dinding: 3 m
- Ketebalan hebel: 10 cm
- 1 m³ hebel ≈ 83 buah
Maka yang perlu kita lakukan adalah
Menghitung Luas Dinding
Keliling bangunan = 2 × (3 + 12) = 30 m
Luas dinding = 30 × 3 = 90 m²
Menghitung Volume Dinding
Volume dinding = 90 × 0,1 = 9 m³
Konversi ke Satuan Kubik dan Jumlah Hebel
Jumlah hebel = 9 × 83 ≈ 747 buah
Dengan cadangan 5 persen, kebutuhan menjadi sekitar 785 buah hebel.
Untuk budget, rentang harga bata hebel di pasar adalah Rp 600.000 – Rp 700.000 per m³. Sehingga jika kebutuhan 9 m³ maka rencana anggaran hebel sekitar Rp 5.400.000 – Rp 6.300.000
Tips Agar Perhitungan Hebel Lebih Aman
- Tambahkan cadangan material 3–5 persen
- Sesuaikan ketebalan hebel dengan fungsi dinding
- Perhitungkan bukaan besar jika jumlah pintu dan jendela banyak
- Gunakan tukang berpengalaman agar potongan tidak berlebihan
Serahkan Pemasangan Bata Hebel pada Ahlinya
Perhitungan kebutuhan hebel yang tepat membantu kamu menghemat biaya, waktu, dan memastikan hasil dinding lebih rapi dan kokoh.
Setelah menghitung berapa banyak bata hebel yang dibutuhkan, saatnya menyerahkan pemasangan pada ahlinya. Untuk itu, kamu bisa menyerahkan pemasangan bata hebel, kepada Kanggo.
Jika kamu perlu menambah ruangan, Kanggo siap melakukan pemasangan bata hebel dan perbaikan dinding lainnya pada pekerjaan borongan untuk rumah maupun tempat usaha.
Kamu cukup download aplikasi Kanggo dan konsultasi dengan tim kami, untuk mendapatkan rekomendasi terbaik dari konsultan. Yuk saatnya pakai Kanggo untuk bangunan yang lebih baik

